Posted in

Stres Sampai Ubanan? 3 Teknik Relaksasi Sederhana yang Bisa Dilakukan di Sela Waktu Kerja

Stres Sampai Ubanan? 3 Teknik Relaksasi Sederhana yang Bisa Dilakukan di Sela Waktu Kerja

Gue punya ritual tiap jam 3 sore. Bukan ngopi. Bukan ngemil. Tapi… menatap layar kosong selama 5 menit sambil mikir, “Gue stres banget, ya Allah.”

Lo juga gitu, kan?

Pernah nggak sih lo ngerasa, di kantor, stres itu kayak teman sekamar yang nggak pernah pergi? Dia ada pas lo buka email. Dia ada pas lo denger notifikasi WhatsApp grup. Dia ada pas lo liat deadline yang makin deket. Dan dia makin menjadi-jadi pas lo sadar: uban lo nambah. Padahal umur baru 28.

Gue tahu rasanya. Dulu gue kerja di agency, tiap hari lembur, client revisi mulu, dan gue cuma bisa diem di kursi sambil mikir, “Kapan gue bisa liburan?” Tapi liburan nggak datang-datang. Yang datang cuma tagihan dan uban.

Sampai suatu hari, gue nemuin sesuatu. Bukan teknik meditasi ala biksu yang perlu duduk bersila sejam. Tapi teknik relaksasi 5 menit yang bisa dilakukan di meja kerja, sambil pura-pura lagi mikir serius.

Bos lihat? “Oh, dia lagi konsentrasi berat.” Padahal? Gue lagi narik napas dalem-dalem, ngirim sinyal ke otak: “Tenang, bro, lo nggak bakal mati karena stres.”

Ini dia 3 teknik yang udah gue coba sendiri. Dan yang paling penting: bisa dilakukan diam-diam.


Data Stres Pekerja Kantoran yang Bikin Ngeri

Sebelum masuk ke teknik, gue kasih data dulu. Biar lo tahu kalau lo nggak sendirian.

  • Survei Kementerian Kesehatan 2025: 68% pekerja kantoran di Indonesia mengalami stres sedang hingga berat . Penyebab utama? Beban kerja berlebih, deadline ketat, dan lingkungan kerja yang nggak suportif.
  • Studi dari Universitas Indonesia: Pekerja yang stres kronis punya risiko 2,5 kali lebih tinggi mengalami gangguan tidur dan penyakit kardiovaskular .
  • Data klinik kecantikan: Konsultasi perawatan rambut untuk usia 25-35 naik 40% dalam 2 tahun terakhir, dengan keluhan utama: rambut rontok dan uban prematur karena stres .

Stres itu bukan cuma perasaan. Dia efek nyata ke fisik lo. Rambut rontok, uban, jerawatan, berat badan naik-turun nggak karuan. Itu semua sinyal dari tubuh: “Bro, slow down.”

Tapi masalahnya, lo nggak bisa slow down. Ada kerjaan. Ada bos. Ada client. Ada target.

Nah, di situ teknik 5 menit ini masuk.


Teknik #1: Pernapasan Kotak (Box Breathing) ala Navy SEAL

Ini teknik yang dipake sama Navy SEAL—pasukan elite Amerika—buat tetap tenang di medan perang. Kalau mereka bisa tenang pas ditembak musuh, lo pasti bisa tenang pas diomelin client.

Caranya:

  1. Tarik napas melalui hidung selama 4 detik. Rasakan udara masuk, perut mengembang.
  2. Tahan napas selama 4 detik. Jangan dilepas dulu.
  3. Hembuskan napas melalui mulut selama 4 detik. Rasakan semua ketegangan ikut keluar.
  4. Tahan napas selama 4 detik. (Kosong)
  5. Ulangi 3-5 kali.

Total waktu: kurang dari 2 menit.

Kenapa ini efektif? Karena teknik ini “memaksa” sistem saraf lo buat beralih dari mode “fight or flight” (stres) ke mode “rest and digest” (tenang) . Napas yang panjang dan teratur ngirim sinyal ke otak: “Semua aman, nggak usah panik.”

Cara “pura-pura kerja”: Pas lo lagi tarik napas, lo bisa tatap layar dengan alis sedikit mengkerut. Kayak lagi baca dokumen susah. Pas tahan napas, angguk-angguk kecil kayak lagi setuju sama isi email. Pas hembus, lo bisa geleng-geleng pelan kayak lagi heran sama datanya.

Bos lewat? “Oh, dia lagi mikir keras.” Padahal lo lagi latihan pernapasan Navy SEAL.

Studi kasus: Temen gue, sebut saja Andi, kerja di konsultan pajak. Tiap kali client marah, dia kabur ke toilet buat tarik napas. Tapi begitu balik, client udah tambah marah karena dia ilang 5 menit. Sekarang dia pake teknik ini di meja. Client di telepon, dia tarik napas dalem, suaranya lebih kalem, responnya lebih adem. Client nggak sadar apa-apa.


Teknik #2: Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation)

Stres itu menumpuk di tubuh. Bahu lo tegang, leher lo kaku, rahang lo mengeras. Kadang lo nggak sadar. Lo pikir itu “normal”. Padahal itu stres yang udah fisik.

Teknik ini gunanya buat nge-release ketegangan otot secara sadar.

Caranya:

  1. Duduk nyaman di kursi. Tarik napas.
  2. Tegangkan otot kaki selama 5 detik. Kencengin banget sampe berasa. (Sambil tahan napas)
  3. Lepaskan sambil hembuskan napas. Rasakan rileksnya. (10 detik)
  4. Lanjut ke otot perut, tegangin 5 detik, lepas.
  5. Otot dada dan punggung, tegangin, lepas.
  6. Otot bahu, angkat bahu setinggi-tingginya, tahan, lepas.
  7. Otot leher, miringin kepala pelan ke kiri (hati-hati), tahan, balik. Ke kanan, tahan, balik.
  8. Otot wajah, kerutin muka kayak abis makan asem, tahan, lepas. Sekarang, buka mulut lebar-lebar (menguap palsu), tahan, lepas.

Total waktu: 3-5 menit.

Kenapa ini efektif? Karena stres bikin otot lo tegang tanpa sadar. Otot tegang bikin aliran darah nggak lancar. Aliran darah nggak lancar bikin lo tambah capek dan stres. Ini lingkaran setan. Dengan sengaja nge-tegangin dan nge-lepas otot, lo “mereset” sistemnya .

Cara “pura-pura kerja”: Pas tegangin otot kaki, lo bisa pura-pura lagi nyari posisi nyaman. Pas tegangin bahu, lo bisa pura-pura lagi ngeliatin sesuatu di layar. Pas tegangin wajah, lo bisa pura-pura lagi bingung sama data. Yang paling aman: bagian relaksasi bisa lo sinkronin sama “menguap” palsu. Semua orang ngerti kalau lagi ngantuk. Bos nggak curiga.

Studi kasus: Rina, 32 tahun, kerja di HR. Tiap sore punggungnya sakit banget. Kirain salah duduk, beli bantal kursi mahal, tetep sakit. Ternyata otot punggungnya tegang karena stres. Dia mulai rutin pake teknik ini pas jam 3 sore. Seminggu kemudian, sakit punggungnya berkurang drastis. Padahal kursinya masih sama.


Teknik #3: Mindfulness 5-4-3-2-1 (Grounding)

Ini teknik paling gue suka. Simpel, cepet, dan efeknya langsung kerasa. Namanya grounding technique—teknik buat “naruh” diri lo kembali ke saat ini, nggak larut dalam kecemasan masa depan atau penyesalan masa lalu.

Caranya:

Duduk tenang. Tarik napas. Sekarang, cari di sekitar lo:

  • 5 hal yang bisa lo lihat. Sebutin dalam hati. Misalnya: layar komputer, foto keluarga, tanaman palsu, botol minum, jam dinding. Lihat bener-bener, perhatikan detailnya.
  • 4 hal yang bisa lo sentuh. Rasain: tekstur keyboard, dinginnya meja, lembutnya kertas, hangatnya cangkir kopi.
  • 3 hal yang bisa lo dengar. Dengarkan: suara AC, suara orang ngetik, suara kendaraan dari luar.
  • 2 hal yang bisa lo cium. Cium: aroma kopi, aroma parfum, atau sekadar udara ruangan.
  • 1 hal yang bisa lo kecap. Rasain: sisa rasa kopi di mulut, atau kalau nggak ada, rasain aja lidah lo sendiri.

Total waktu: 2-3 menit.

Kenapa ini efektif? Karena stres bikin lo “lari” ke masa depan. Lo khawatir soal deadline besok, takut dimarahin client, cemas nggak bisa bayar tagihan. Grounding ngembaliin lo ke saat ini. Dan pas lo sadar, saat ini—sekarang—lo sebenarnya aman. Nggak ada yang ngejar. Nggak ada yang ngebahayain. Ini teknik yang dipake buat orang dengan serangan panik .

Cara “pura-pura kerja”: Ini paling gampang disembunyikan. Lo cuma perlu duduk diam, tatap layar, tapi sebenarnya lo lagi ngeliatin 5 benda di sekitar. Pas lo dengerin suara, lo bisa pura-pura lagi konsentrasi dengerin voice note. Pas lo cium, lo bisa pura-pura lagi nikmatin kopi. Nggak ada yang curiga.

Studi kasus: Dita, 28 tahun, kerja di media. Tiap kali dapat komentar jahat di artikel yang dia handle, dia langsung panik. Jantung berdebar, pengen nangis. Sekarang, pas itu terjadi, dia diam 2 menit, lakuin grounding. Setelah itu, dia bisa bales komentar dengan kepala dingin. “Gue sadar, komentar itu cuma teks di layar. Nggak bisa nyakitin gue secara fisik. Jadi santai aja.”


Tabel Perbandingan: 3 Teknik Relaksasi

TeknikWaktuFokusManfaat Utama“Kode” Pura-pura Kerja
Box Breathing2 menitNapasMenenangkan sistem saraf, cocok pas panikTatap layar dengan alis mengkerut, angguk-angguk
Progressive Muscle Relaxation5 menitOtotMelepas ketegangan fisik, cocok buat yang sering pegalPura-pura cari posisi nyaman, menguap
Grounding 5-4-3-2-13 menitInderaMengatasi kecemasan, bikin sadar “saat ini”Pura-pura konsentrasi, nikmatin kopi

3 Hal yang Bisa Lo Lakukan di Luar Teknik

Selain teknik di atas, ada beberapa hal kecil yang bisa lo lakukan sepanjang hari buat jaga stres.

1. Atur Batasan Notifikasi

Stres sering datang dari notifikasi yang nggak berhenti. Email, WhatsApp, Slack, Telegram—semua pengen respon cepat.

Coba atur:

  • Jam tertentu buat cek email (misalnya jam 10, 14, 16). Di luar jam itu, tutup tab email.
  • Group chat yang nggak penting, mute aja. Darurat bisa telepon.
  • Notifikasi HP, matiin yang nggak urgent. Lo nggak perlu tahu tiap kali ada yang like Instagram lo.

Dengan ngurangin gangguan, lo bisa lebih fokus. Dan stres berkurang.

2. Jalan 5 Menit (Ke Toilet atau Beli Air)

Duduk 8 jam nonstop itu nggak sehat. Tubuh lo butuh gerak.

Setiap 2 jam, coba jalan 5 menit. Ke toilet, ke pantry, atau sekadar keliling ruangan. Gerakan fisik bantu ngurangin hormon stres dan ngalirin endorfin .

Bonus: pas jalan, lo bisa napas udara segar (kalau ke luar). Atau lihat pemandangan lain selain layar.

3. Minum Air Putih, Bukan Kopi Terus

Kopi emang bikin melek. Tapi terlalu banyak kafein bikin jantung berdebar dan kecemasan naik .

Coba ganti secangkir kopi lo dengan air putih. Dehidrasi ringan aja bisa bikin lo lemes, pusing, dan tambah stres. Jadi pastikan minum cukup.

Data: Studi nunjukkin bahwa dehidrasi 1-2% aja bisa ganggu mood dan konsentrasi .


4 Kesalahan Umum Pas Stres

Kesalahan #1: Nahan Stres Sampe Meledak

Banyak orang pikir, “Ah, gue kuat, nggak perlu istirahat.” Terus mereka tahan, tahan, tahan, sampe suatu hari… meledak. Marah-marah di kantor. Nangis di toilet. Atau sakit fisik beneran.

Lebih baik kelola stres sedikit demi sedikit. 5 menit di sini, 5 menit di situ. Daripada nunggu stres numpuk sampe jebol.

Kesalahan #2: Nyari Pelarian ke Hal Negatif

Stres, trus lo merokok. Atau minum alkohol. Atau begadang main game. Atau emotional eating (makan junk food banyak-banyak).

Itu cuma solusi sementara. Malah bikin masalah baru. Rokok bikin lo tambah stres karena efek candu. Makan berlebihan bikin lo tambah stres karena berat badan naik.

Kesalahan #3: Nggak Minum Air Putih

Kedengarannya sepele. Tapi banyak orang stres, lupa minum. Padahal otak lo 75% air. Kalau dehidrasi, fungsi otak turun drastis. Lo tambah pusing, tambah stres.

Kesalahan #4: Lupa Bahwa Lo Manusia

Ini yang paling sering. Lo terlalu fokus kerja, lupa kalau lo butuh istirahat. Lo nggak bisa kerja 8 jam nonstop tanpa jeda. Mesin aja perlu pendinginan, apalagi manusia.

Ingat: rest is not idle, rest is repair. Istirahat itu bukan buang waktu, tapi perbaikan.


Jadi, Lo Mau Coba yang Mana?

Gue udah kasih 3 teknik. Pilih satu yang paling cocok buat lo.

  • Sering panik pas client marah? Coba box breathing.
  • Badan pegal-pegal tapi nggak sempat olahraga? Coba progressive muscle relaxation.
  • Pikiran lo kacau, khawatir mulu? Coba grounding 5-4-3-2-1.

Nggak perlu langsung semua. Mulai dari satu. Praktikin 2-3 kali sehari. 5 menit doang. Dan liat perubahan dalam seminggu.

Gue sendiri dulu skeptis. “Ah, napas-napas doang masa bisa ngurangin stres?” Tapi setelah nyoba, gue sadar: yang penting bukan teknisnya, tapi niat buat berhenti sejenak. Berhenti dari larian nggak jelas, dan sadar: “Gue masih ada, gue masih hidup, gue masih bisa napas.”

Dan napas itu gratis. Manfaatin.


Gue penasaran, nih. Di antara lo yang baca, ada yang udah pernah nyoba teknik relaksasi kayak gini? Atau punya cara unik sendiri buat ngilangin stres di kantor? Share di kolom komentar. Siapa tahu dari situ kita bisa saling belajar. Karena di dunia yang makin gila ini, kita butuh cara-cara kecil buat tetap waras.